Biaya nikah ditanggung siapa? Adat, agama, dan kesepakatan keluarga

Tidak ada aturan tunggal. Siapa yang menanggung biaya nikah bergantung pada adat, kemampuan, dan kesepakatan kedua keluarga. Yang paling penting: dibicarakan terbuka sejak lamaran.

Diperbarui Oktober 2026

Kebiasaan menurut adat (bisa berbeda per keluarga)

  • Jawa & Sunda: resepsi umumnya diselenggarakan keluarga wanita; keluarga pria membawa seserahan dan sering ikut membantu biaya.
  • Bugis–Makassar: keluarga pria memberikan uang panai untuk biaya pesta, di samping mahar.
  • Batak: keluarga pria memberikan sinamot (uang adat) sesuai kesepakatan.
  • Minangkabau: dikenal tradisi uang japuik/uang jemputan dari keluarga wanita di sebagian daerah, terutama Pariaman.

Dalam pandangan Islam

Mahar wajib dari calon suami. Walimah (jamuan pernikahan) dianjurkan diselenggarakan sesuai kemampuan, umumnya oleh pihak suami, tetapi boleh dibantu keluarga mana pun bila disepakati.

Cara membagi biaya secara adil

  • Hitung total perkiraan biaya lebih dulu, lalu sepakati porsi tiap keluarga (mis. 50:50 atau 60:40).
  • Atau bagi per pos: mis. keluarga pria menanggung seserahan, mahar, dan dokumentasi; keluarga wanita menanggung gedung dan katering.
  • Catat siapa membayar apa agar tidak ada salah paham menjelang hari H.

Baca juga

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah resepsi wajib ditanggung pihak wanita?

Tidak wajib. Itu kebiasaan di sebagian adat; yang menentukan adalah kesepakatan kedua keluarga.

Bagaimana jika calon pengantin membiayai sendiri?

Semakin umum. Tetap libatkan keluarga dalam keputusan besar seperti jumlah tamu, karena berpengaruh langsung ke biaya katering.

Alat gratis lainnya